Sunday, July 14, 2013

MENGULAS BULAN RAMADHAN

Ramadan (bahasa Arab:رمضان; transliterasi: Ramadhan) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, salat tarawih, peringatan turunnya Alquran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Alquran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Alquran pada surat Al - Baqarah ayat 185 yang artinya:
"bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."

Etimologi

Ramadan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadan, bulan dengan panas yang menghanguskan.
Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.
Dari akar kata tersebut kata Ramadan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.[1]

Aktivitas keagamaan

Suasana berbuka puasa (iftar) bersama di masjid.

Puasa Ramadan

Selama bulan Ramadan, penganut agama Islam akan berpuasa setiap hari sampai Idul Fitri tiba. Ied artinya Hari Raya. Fithri berasal dari kata fathara artinya 'memecah, mengakhiri". Ied al-Fithri artinya Hari Raya Mengakhiri Puasa (Ramadan).
Hari terakhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di dunia. Pada malam harinya (malam 1 Syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.
Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

Salat tarawih

Pada malam harinya, tepatnya setelah salat isya, Kaum Muslimin melanjutkan ibadahnya dengan melaksanakan salat tarawih. Salat khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadan. Salat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan dengan sendiri-sendiri, umumnya dilakukan secara berjama'ah di masjid-masjid. Terkadang sebelum pelaksanaan salat tarawih pada tepat-tempat tertentu, diadakan ceramah singkat untuk membekali para jama'ah dalam menunaikan ibadah pada bulan bersangkutan.

Turunnya Alquran

Pada bulan ini di Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 Ramadan, (terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai tanggal pasti turunnya Alquran untuk pertama kalinya[2]) diperingati juga sebagai hari turunnya ayat Alquran (Nuzulul Quran) untuk pertama kalinya oleh sebagian muslim. Pada peristiwa tersebut surat Al-'Alaq ayat 1 sampai 5 diturunkan pada saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira. Peringatan peristiwa ini biasanya dilakukan dengan acara ceramah di masjid-masjid. Tetapi peringatan ini di anggap bidah, karena Rasulullah tidak mengajarkan, Awal di peringati di Indonesia, ketika Presiden Soekarno mendapat saran dari Hamka untuk memperingati setiap Nuzulul Quran, karena bertepatan dengan tanggal Kemerdekaan Indonesia, sebagai rasa Syukur kemerdekaan Indonesia.

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadan. Malam ini dikatakan dalam Alquran pada surah Al-Qadr, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Sebagian muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sembari beribadah sepanjang malam.[3]

Umrah

Ibadah umrah jika dilakukan pada bulan ini mempunyai nilai dan pahala yang lebih bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Dalam Hadis dikatakan "Umrah di bulan Ramadan sebanding dengan haji atau haji bersamaku." (HR: Bukhari dan Muslim).[4]

Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus pada bulan Ramadan atau paling lambat sebelum selesainya salat Idul Fitri. Setiap individu muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat jenis ini. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan per individu adalah satu sha' makanan pokok di daerah bersangkutan. Jumlah ini bila dikonversikan kira-kira setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras. Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya.

Idul Fitri

Akhir dari bulan Ramadan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di seluruh dunia. Pada malam harinya (malam 1 Syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, kadang-kadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.
Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Salat Ied. Salat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi maaf di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadan.

Penentuan awal Ramadan

Kalender Hijriyah didasarkan pada revolusi bulan mengelilingi bumi dan awal setiap bulan ditetapkan saat terjadinya hilal (bulan sabit). Metode penentuan saat terjadinya hilal yang digunakan saat ini adalah metode penglihatan dengan mata telanjang (dikenal dengan istilah rukyah) serta menggunakan metode perhitungan astronomi (dikenal dengan istilah hisab). Majelis Ulama Indonesia menggunakan kombinasi hisab dan rukyah untuk penentuan hilal. Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyah sementara Muhammadiyah dan Persatuan Islam menggunakan hisab sebagai sandaran penentuan hilal.[5] Perbedaan metode ini menyebabkan adanya kemungkinan perbedaan hasil penetapan kapan awal dan berakhirnya Ramadan sebagaimana sempat terjadi pada tahun 1998 (1418 H).

Aspek ekonomi

Iftar di Masjid Sultan Ahmed di Istanbul, Turki
Bulan Ramadan di Indonesia dan negara dengan penduduk mayoritas Islam pada umumnya dapat dihubungkan dengan meningkatnya daya beli dan perilaku konsumtif masyarakat akan barang dan jasa. Di Indonesia sendiri hal ini terkait erat dengan kebiasaan pemerintah dan perusahaan swasta untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawainya. Peningkatan ini terjadi di hampir semua sektor dari transportasi, makanan, minuman hingga kebutuhan rumah tangga. Sehingga tidak jarang tingkat inflasi pun mencapai titik tertinggi pada periode bulan ini.[6] Fenomena ini secara kasat mata terlihat dengan menjamurnya para pedagang musiman yang menjajakan berbagai komoditas mulai dari makanan hingga pakaian, di ruang-ruang publik terutama di pinggir jalanan. Di samping juga maraknya penyelenggaraan bazar baik yang disponsori oleh pemerintah, swasta, organisasi tertentu maupun swadaya masyarakat. Dengan kata lain bulan Ramadan membawa berkah bagi semua umat Islam.

Lain-lain

  • Pada bulan ini pada sebagian daerah di Indonesia, berkembang kebiasaan jalan-jalan sembari menunggu waktu berbuka, di Bandung kebiasaan ini dikenal dengan nama Ngabuburit, di Indramayu dikenal dengan nama Luru Sore (Cari Sore). Biasanya saat ini juga dimanfaatkan untuk membeli makanan dan minuman untuk dipergunakan saat berbuka puasa.
  • Di Indonesia umummnya orang berbuka puasa dengan yang manis-manis, padahal hidangan yang mengadung gula tinggi justru akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan. Hal ini berasal dari kesimpulan yang tergesa-gesa atas sebuah hadis bahwa Rasulullah berbuka puasa dengan kurma. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa berbuka (disunahkan) dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat.

Peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan

  1. Perang Badar: 17 Ramadan 2 AH - Adalah pertempuran pertama yang dilakukan kaum Muslim setelah mereka bermigrasi (hijrah) ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak Muslim yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Mekkah.
  2. Pembunuhan atas Ali bin Abi Thalib: 21 Ramadan 40 H: Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Ia meninggal pada tanggal 23 Ramadan tahun itu juga. Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam, dan kemudian dimulai dengan sistem dinasti. MUDAH2N BERMAANFAAT AAMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIEN......................................................

KEISTIMEWAAN DAN FADILAH SHOLAT TARAWIH



  اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 
Alhamdulillah, puji syukur ku panjatkan kepada Allah SWT yang dengan izinnyalah saya bisa menyelesaikan KEISTIMEWAAN  DAN FADILAH SHOLAT TARAWIH ini.
Sholawat serta Salam semoga tetap tercurahkan ke Haribaan Baginda Alam, Rasulullah SAW, yang telah memperjuangkan agama Islam utuk kita semua dari tangan-tangan orang-orang kafir.

Sebelumnya saya minta maaf kepada para pembaca, kalau kta katanya membuat tersinggung  dan juga jika ada kata-katanya yang kurang pas atau tidak sesuai keinginan saudara/i, saya selalu terbuka untuk menerima masukan, karna saya sadar akan kekurangan dan kelemahan saya sebagai hamba, akhirnya, semoga KEISTIMEWAAN  DAN FADILAH SHOLAT TARAWIH ini bermanfaat bagi kita semua  Hadits ini diterima dari baginda Ali bin Abu Thalib ra, beliau berkata ; Baginda Nabi Muhammad Saw ditanya tentang keutamaan shalat Tarawih di bulan Ramadhan, beliau saw menjawab ;  

Malam Pertama ; يَخْرُجُ المُؤْمْنُ مِنْ ذَنْبِهِ فىِ أَوَّلِ لَيْلَةٍ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ  
Seorang mukmin yang melaksanakan shalat Tarawih di malam pertama akan mendapatkan pahala keluar dari segala dosanya, dia menjadi suci, bersih tak berdosa sama seperti pada saat dia dilahirkan ibunya.    

Malam Kedua ; يُغْفَرُ لَهُ وَِلأَبَوَيْهِ إِنْ كاَناَ مُؤْمِنَيْنِ  
Seorang mukmin yang melaksanakan shalat Tarawih di malam kedua akan mendapatkan pahala diampunkan dosanya dan dosa kedua orang tuanya, apabila kedua orang tuanya itu pada mukmin.    

Malam Ketiga ; يُناَدِى مَلَكٌ مِنْ تَحْتِ العَرْشِ إِسْتَأْنِفْ العَمَلَ غَفَرَ اللهُ ماَتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ 
  Pada malam ketiga ada seorang malaikat yang berada di bawah 'Arasy (ruang diatas langit) berteriak-teriak berkali-kali yang bunyinya "Mulailah berbuat kebaikan karena Allah akan mengampunkan dosamu yang telah lalu". Dia akan mendapatkan pahala tersebut ketika memulai berbuat kebaikan termasuk shalat tarawih pada malam ketiga.    

Malam Keempat ; لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلَ قِرَاءَةِ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيْلِ وَالزَّبُوْرِ وَالفُرْقاَنِ  
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam keempat akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang membaca kitab suci Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an.    

Malam Kelima ; أَعْطاَهُ اللهُ تَعاَلىَ مِثْلَ مَنْ صَلَّى فىِ المَسْجِدِ الحَراَمِ وَمَسْجِدِ المَدِيْنَةِ وَالمَسْجِدِ الأَقْصَى   
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kelima Allah Swt akan memberikannya pahala sama seperti pahala orang yang shalat di Masjidil-Haram, di Masjidil-Madinah dan Masjidil-Aqso, tiga mesjid sekaligus.    

Malam Keenam ; أَعْطاَهُ اللهُ تَعاَلىَ ثَوَابَ مَنْ طاَفَ بَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ حَجَرٍ وَمِدَرٍ   
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam keenam akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melaksanakan towaf di Baitil-Makmur (tempat towaf malaikat di langit) dan jugta setiap batu dan tanah keras memohonkan ampunan untuk dirinya.    

Malam Ketujuh ; فَكَأَنَّماَأَدْرَكَ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَنَصَرَهُ عَلَى فِرْعَوْنَ وَهاَماَنَ  
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam ketujuh akan mendapatkan pahala seolah dia berada di zaman nabi Musa as kemudian dia menjadi sahabat beliau dan dapat menolong beliau dalam mengalahkan kekufuran Fir'aun dan Haman.    

Malam Kedelapan ; أَعْطاَهُ اللهُ تَعاَلىَ ماَأُعْطِىَ إِبْراَهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ
  Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedelapan akan mendapatkan pahala dan karunia seperti pahala dan karunia yang diberikan kepada Nabi Ibrohim as.    

Malam Kesembilan ; فَكَأَنَّماَ عَبَدَ اللهَ تَعاَلىَ عِباَدَةَ النَّبِىِّ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ  
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kesembilan akan mendapatkan pahala ibadah kepada Allah Swt sama seperti pahala ibadah baginda Nabi Muhammad Saw.    

Malam Kesepuluh ; يَرْزُقُهُ اللهُ خَيْرَى الدُّنْياَ وَالأَخِرَةِ  
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kesepuluh akan diberikan karunia yaitu mendapat kebaikan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.    

Malam Kesebelas ; يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْياَ كَيَوْمِ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ أُمِّهِ  
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kesebelas maka dia akan meninggalkan dunia dalam keadaan suci tidak berdosa sama seperti pada saat dia terlahir dari kandungan ibunya.    

Malam Kedua belas ; جاَءَ يَوْمَ القِياَمَةِ وَوَجْهُهُ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ  
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua belas akan datang nanti di hari qiyamah, mukanya akan bercahaya laksana bulan purnama. Ini menandakan bahwa dia termasuk orang yang selamat di akhirat.    

Malam Ketiga belas ; جاَءَ يَوْمَ القِياَمَةِ آَمِناً مِنْ كُلِّ سُوْءٍ  
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam ketiga belas akan datang nanti dia di hari qiyamah, dia aman serta terlindung dari segala macam keburukan dan ketidak-baikan.    

Malam Keempat belas ; جاَءَتْ المَلاَئَكَةُ يُشَهِّدُوْنَ لَهُ أَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّراَوِيْحَ فَلاَيُحاَسِبُهُ اللهُ يَوْمَ القِياَمَةِ   
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam keempat belas, akan datang malaikat pada bersaksi bahwa dia telah melaksanakan shalat tarawih, sehingga Allah Swt tidak akan menghisab amalnya di hari qiyamah.    

Malam Kelima belas ; تُصَلِّى عَلَيْهِ المَلاَئِكَةُ وَحَمَلَةُ العَرْشِ وَالكُرْسِى 
  Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kelima belas, maka dia akan dido'akan para malaikat agar dilimpahkan kasih sayang Allah Swt, termasuk malaikat yang memikul 'Arasy dan malaikat yang memikul Kursi (Kursi ialah salah satu ruang lebih kecil dari 'Arasy dan dia berada di depan 'Arasy).    

Malam Keenam belas ; كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجاَةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ فىِ الجَنَّةِ  
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam keenam belas, Allah Swt akan mencatat dirinya bebas serta selamat dari api neraka dan mendapat kemudahan masuk ke sorga.  

Malam Ketujuh belas ; يُعْطِى مِثْلَ ثَواَبِ الأَنْبِياَءِ
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam ketujuh belas, maka dia akan diberikan pahala sama seperti pahala yang didapatkan oleh semua para nabi Allah Swt.  

Malam Kedelapan belas ; ناَدَى مَلَكٌ ياَعَبْدَ اللهِ إِنَّ اللهَ رَضِىَ عَنْكَ وَعَنْ وَالِدَيْكَ 
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedelapan belas, pada malam ini ada seorang malaikat memanggil, memberitahu kepadanya ; "Wahai hamba Allah sesungguh-nya Allah Swt telah ridlo kepada dirimu dan ridlo kepada kedua orang tuamu".  

Malam Kesembilan belas ; يَرْفَعُ اللهُ دَرَجاَتَهُ فىِ الفِرْدَوْسِ 
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kesembilan belas, maka Allah Swt akan menaikkan martabatnya dalam sorga Firdaus, ialah sorga yang paling tinggi.  

Malam Kedua puluh ; يُعْطَى ثَواَبَ الشُّهَداَءِ وَالصَّالِحِيْنَ
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh, akan diberi pahala sama seperti pahala orang-orang yang meninggal syahid dan pahala orang-orang yang soleh.  

Malam Keduapuluh satu ; بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فىِ الجَنَّةِ مِنَ النُّوْرِ 
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh satu, Allah Swt mendiri-kan untuknya sebuah gedung mewah di sorga yang diciptakan Allah Swt dari cahaya.  

Malam Kedua puluh dua ; جاَءَ يَوْمَ القِياَمَةِ آَمِناً مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ 
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh dua, akan datang di hari qiyamah dia akan aman dan terlindung dari segala keresahan dan kesulitan saat itu.  

Malam Kedua puluh tiga ; بَنَى اللهُ لَهُ مَدِيْنَةً فىِ الجَنَّةِ
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh tiga, maka Allah Swt akan mendirikan kota besar untuk dirinya di sorga.  

Malam Kedua puluh empat ; كاَنَ لَهُ أَرْبَعٌ وَعِِشْرُوْنَ دَعْوَةً مُسْتَجاَبَةً
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh empat, ia akan mendapati dua puluh empat jenis permohonan dirinya yang dipanjatkan kepada Allah Swt dan semua itu akan segera dikabulkan.  

Malam Kedua puluh lima ;   يَرْفَعُ اللهُ تَعاَلىَ عَنْهُ عَذاَبَ القَبْرِ
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh lima, Allah Swt akan menghilangkan siksa kubur dari dirinya.  

Malam Kedua puluh enam ; يَرْفَعُ اللهُ لَهُ ثَواَبَهُ أَرْبَعِيْنَ عاَماً
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh enam, Allah Swt akan menaikkan pahala dari shalat tarawihnya naik menjulang tinggi mulia selama empat puluh tahun (dan kebaikannya akan kekal).  

Malam Kedua puluh tujuh ; جاَزَ يَوْمَ القِياَمَةِ عَلَى الصِّراَطِ كاَلبَرْقِ الخاَطِفْ 
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh tujuh, maka dia akan melewati jembatan Shirotol-musatqim di hari qiyamah dengan sangat cepat sekali sama seperti kecepatan kilat yang menyambar.  

Malam Kedua puluh delapan ; يَرْفَعُ اللهُ لَهُ أَلْفَ دَرَجَةٍ فىِ الجَنَّةِ 
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh delapan, Allah Swt akan menaikkan untuk dirinya seribu derajat (100 tingkat) martabat di sorga.  

Malam Kedua puluh sembilan ; أَعْطاَهُ اللهُ ثَواَبَ أَلْفِ حَجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam kedua puluh sembilan, Allah Swt akan memberikan kepadanya pahala seribu kali naik haji yang maqbul (yang diterima).  

Malam Ketiga puluh ;   يَقُوْلُ اللهُ ياَعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِماَرِ الجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ ماَءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرِبْ مِنَ الكَوْثَرِ أَناَ رَبُّكَ وَأَنْتَ عَبْدِى 
Orang yang melaksanakan shalat tarawih di malam ketiga puluh, maka Allah Swt berkata kepadanya ; "Wahai hambaku, makanlah buah-buahan sorga, mandilah dengan air suci sungai salsabil di sorga, minumlah air telaga kautsar, sesungguhnya Aku adalah Tuhamu dan kamu adalah hambaKu" Orang yang minum sekali teguk saja air telaga kautsar meskipun masuk neraka, maka neraka baginya akan terasa dingin, dia kebal, sehingga api neraka tidak akan dapat membakar dirinya sampai kapanpun juga.

                                                                                                                
Mungkin sekedar ini yang dapat saya bagikan pada kalian semua, kalau awaktu lagi da Insya Allah saya akan lagiposting buat kalian saudara-saudara yang aku cinta, Mudah-mudahan dengan KEISTIMEWAAN  DAN FADILAH SHOLAT TARAWIHini, bisa memaafkan dosa kaum muslimin wa muslimat Amin...................................................